Senin, 28 Juni 2010
Tips Sebelum Mengudara
atau coklat karena gula membuat ludah anda mengental!
•Selalu berikan diri anda WAKTU YANG CUKUP untuk persiapan, jangan
tergesa-gesa!
•Pakailah baju yang longgar dan nyaman
•Periksalah apakah semua yang anda butuhkan telah tersedia : skrip, kaset/cd
yang akan diputar, kertas dan pulpen, kacamata dan lainnya
•Lakukanlah Senam Olah Vokal dan Humming terlebih dahulu.
Catatan:
Jangan melaksanakan senam di saat menjelang siaran, karena akan menguras
stamina presenter. Senam sebaiknya dilakukan beberapa jam sebelum
bersiaran. Yang boleh dilakukan penyiar sebelum memulai siarannya adalah
melakukan Humming. Kegiatan ini sekaligus sebagai proses pemanasan
menyiapkan suara diafragma.
•Diskusikan kembali mengenai program anda bersama Produser atau Tim
Program lainnya, apakah ada perubahan atau tidak
•Cek kekerasan suara anda, posisi badan dan mikrofon yang paling nyaman
•Ambil napas dalam-dalam untuk memusatkan pikiran dan badan anda
•Ingatkan diri anda : saya berbicara pada SEORANG PENDENGAR – yang ada
di seberang mikrofon.
•SENYUM!
•Dan terakhir, BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK PENDENGAR
Humming
memiliki kekuatan 4 kali lipat dibandingkan suara yang biasa kita gunakan seharihari.
Cara menggerakannya seperti orang yang sedang 'gemas'.
Penyiar dapat memantau apakah sudah berhasil melakukan humming dengan
merasakan apakah di wajahnya terasa muncul getaran-getaran seperti layaknya
orang 'kesemutan'. Getaran itu bisa menimbulkan rasa gatal, terutama di bagian
sekitar bibir, hidung, pipi bahkan hingga mata. Inilah tanda-tanda penyiar berhasil melakukan humming atau tidak. Atau penyiar dapat juga menggunakan sudut tembok untuk membuktikan seberapa kekuatan gaung yang ditimbulkan suaranya. Kalau menggunakan suara diafragma maka gaungnya terasa kuat, kalau tidak maka gaungnya kecil.
1. Membunyikan huruf “m” dengan mulut terkatup.
Dimulai dengan teknik menarik nafas sebanyak mungkin, kemudian dikeluarkan
dengan membunyikan dengan mulut terkatup, sehingga berbunyi seperti orang
yang sedang gemas. Baik sekali apabila setiap senam dirangkai dengan humming
sebanyak 10 kali. Makin sering humming dilakukan maka durasi setiap humming
dipastikan semakin panjang.
2. Membunyikan suku kata dengan intonasi datar
Dimulai dengan teknik menarik nafas, kemudian bunyikan suku kata berikut ini:
Mein, Main, Min, Moun dan Mun dengan sekaligus melatih teknik artikulasinya
dalam intonasi datar. Masing-masing suku kata dibunyikan 10 kali. Jumlah
keseluruhan mencapai 50 gerakan.
3. Membunyikan suku kata dengan fluktuasi intonasi
Tahapan gerakannaya sama dengan butir (2) dengan menyuarakan suku kata
Mein, Main, Min, Moun dan Mun. Perbedaannya adalah pada intonasinya. Dalam
tahapan ini intonasi yang dibunyikan bervariasi antara:
- Intonasi naik , setiap suku kata sebanyak 10 kali
- Intonasi turun , setiap suku kata sebanyak 10 kali
- Intonasi naik turun , setiap suku kata sebanyak 10 kali
Sehingga jumlah keseluruhan dalam tahapan ini mencapai 150 gerakan
4. Membunyikan 26 huruf “A” sampai dengan “Z” dengan intonasi naik turun.
Dalam tahapan lanjutan ini humming dilatih dengan membunyikan setiap huruf
dalam intonasi naik turun. Pelatihan juga memeperhatikan artikulasi setiap huruf
agar terdengar jelas perbedaan bunyi setiap huruf. Dengan demikian hitungan
seluruh huruf mencapai 26 huruf yang masing-masingnya harus disuarakan
dengan intonasi naik turun sebanyak 10 kali. Jumlah total dalam tahapan ini
mencapai 260 kali gerakan.
5. Mengulang seluruh rangkaian pelatihan.
Apabila dihitung sejak gerakan humming awal berupa bunyi huruf “m” dengan
mulut tertutup hingga butir (4) berupa alfabetik dengan intonasi naik turun,
maka jumlah gerakan pelatihan humming mencapai 470 gerakan untuk satu
serial. Padahal pelatihan harus dilakukan dalam beberapa serial agar mahir.
Apabila setiap hari gerakan humming hanya bisa dilakukan sebanyak 10 kali,
berarti satu seri membutuhkan 47 hari pelatihan. Dalam hal ini penyiar perlu
menata waktu dengan cermat dan disiplin untuk mencapai beberapa serial.
Penting diperhatikan: pelatihan Humming hanya boleh dilakukan setelah
melaksanakan senam. Dengan demikian urutannya senam dahulu baru dilanjutkan
Humming. Senam sangat diperlukan untuk melenturkan seluruh bagian fisik yang
berhubungan dengan proses produksi vokal. Sehingga hasil Humming akan lebih
maksimal.
Modal Suara Dalam Siaran
komunikasi radio. Karena itu secara sederhana disimpulkan bahwa seorang
penyiar sangat diandalkan suaranya, agar pesan-pesan yang disampaikannya
berhasil diterima. Berarti seorang penyiar wajib memperhatikan dan melatih
pembentukan kualitas suaranya.
•Mengapa vokal penyiar harus dilatih? Ada pertanyaan, apakah mutu suara
seseorang itu merupakan anugerah dari yang maha kuasa, ataukah merupakan
hasil latihan? Jawabnya: bisa dua-duanya. Artinya, meski seseorang punya
anugerah suara yang baik, akan menjadi lebih maksimal jika ia berlatih olah
vokal maupun pernapasan. Apalagi kalau mutu suara dan pernapasannya
terbatas, latihan yang lebih keras pasti harus dilakukan. Mesti diingat juga,
bahwa sosok penyiar terdiri dari 3 Kerangka Utama yaitu :
- Wawasan, atau sesuatu yang menyangkut isi otak.
- Keterampilan, untuk berkomunikasi melalui suaranya
- Moralitas, untuk memajukan pendengarnya melalui pelayanan.
Ketiga hal diatas butuh DIKEMBANGKAN dan DIPUPUK terus-menerus!
B. TEORI KEPENYIARAN
1) SUARA DIAFRAGMA
•Agar memperoleh suara yang berkualitas penyiar HARUS menggunakan suara
yang dilahirkan dari kelenturan 'diafragma' atau kelenturan sekat rongga
dada dan perut. Mekanisme kerjanya, sekat diafragma yang ditekan ke bawah
digerakkan kembali ke atas agar menekan paru-paru kita. Sehingga tekanan
tersebut akan melahirkan tekanan udara yang akan menyentuh pita suara,
sampai kemudian muncullah suara penyiar.
•Penelitian membuktikan, suara diafragma mempunyai kekuatan 4 kali lebih
kuat dibandingkan suara yang tidak bersumber dari diafragma, tanpa harus
bicara ngotot atau mengubah warna suara.
•Alasan lain mengapa suara diafragma wajib dikuasai penyiar :
- Radio medium selintas, sehingga vokal yang kuat dapat menarik perhatian.
- Perjalanan suara dari mikrofon sampai ke radio pendengar cukup jauh.
- Suara diafragma sangat menghemat stamina penyiar
•Untuk mendapatkan suara yang bersumber dari tekanan sekat Diafragma
maka seorang penyiar harus menguasai TEKNIK SENAM dan melakukannya
secara rutin, kemudian melakukan latihan pembentukan suara Diafragma
melalui teknik-teknik yang di sebut sebagai ‘HUMMING’. Lakukanlah
Aplikasi berikut ini.
APLIKASI PELATIHAN OLAH VOKAL: SENAM 15 JURUS
1. Muka Singa/Lion Face
- Untuk melemaskan otot-otot wajah
- Muka diciutkan bersamaan dengan menguncupkan jari kedua tangan, kemudian
muka dilebarkan sambil menjulurkan lidah, dengan jari yang dikembangkan
- Hitungan 5X
2. Mengurut Rahang
- Untuk melemaskan otot-otot wajah
- Jari-jari mengurut pipi dari muka ke belakangDan di saat yang sama rahang bawah digerak-gerakkan kesamping
- Hitungan 10X
3. Melipat Lidah Keatas
- Untuk melenturkan lidah
- Lidah dilipat ke atas sampai menyentuh langit-langit mulut
- Hitungan 5X
4. Melipat Lidah Kebawah
- Untuk melenturkan lidah
- Lidah dilipat ke bawah dan ujung lidah menekan barisan gigi bawah
- Hitungan 5X
5. Lidah Menyapu Bibir
- Untuk melenturkan lidah
- Lidah dijulurkan kemudian berputar menyapu bibir bagian atas dan bawah.
Prinsipnya lidah harus menyentuh permukaan bibir
Hitungan 10X
6. Menggetarkan Bibir/Motorboat
- Untuk melenturkan lidah sekaligus melatih pernafasan
- Tarik nafas dalam-dalam, kemudian bungkukkan badan sambil mengeluarkan
nafas melalui bibir. Ketika udara keluar melalui bibir, buat bibir bergetar
sehingga menimbulkan bunyi seperti mesin motorboat. Dan waktu badan
membungkuk biarkan tangan tergantung lemas, sambil menggoyang telapak
tangan
- Hitungan 10X
7. Mengatupkan Gigi
- Untuk melemaskan otot-otot rahang
- Gigi dikatupkan dengan kuat, sementara di saat yang sama kedua tangan juga
mengepal dengan kuat, dan bibir dalam posisi terbuka lebar.
- Hitungan 10X
8. Latihan Leher
- Untuk memperkuat otot-otot leher dan bahu
- Kaki direntangkan, tangan dipinggang, kemudian leher digerakkan ke kanankiri
tanpa berhenti di tengah.
- Hitungan 10X
9. Pijat Tenggorokan
- Untuk melenturkan tenggorakan dan pita suara
- Tarik nafas, keluarkan perlahan-lahan sambil mengucapkan bunyi 'A',
sementara jari tangan memijat tenggorakan/ leher bergerak ke atas dan ke
bawah.
Hitungan 10X
10. Memutar Bahu
- Memperkuat otot bahu sehingga dada menjadi bidang sekaligus membuat
tahan duduk dalam waktu lama
- Putar sendi bahu ke belakang, sementara tangan dalam posisi lurus.
Perhatikan : siku jangan menekuk
Hitungan 10X
11. Sayap Malaikat / Angel Wings
- Untuk memperkuat otot bahu sekaligus melenturkannya agar bisa
menimbulkan resonansi di punggung
- Kedua lengan diluruskan ke depan dengan jari-jari terbuka. Kemudian lengan
disorong ke depan bergantian kiri-kanan. Pada waktu lengan disorong ke
depan, jari-jari bergerak seperti dalam tarian kecak. Perhatikan : pinggang
dalam posisi tidak ikut bergerak.
Hitungan 10X
12. Ping Pong
- Untuk memperkuat bahu sekaligus melatih artikulasi dan anti 'popping'
- Gerakan sama seperti no. 11, hanya saja posisi tangan dikepalkan seperti
orang bertinju. Sementara gerakan menyorong lengan dihentak seperti
petinju melakukan pukulan 'jab'. Waktu lengan disorong bergantian, mulut
membunyikan kata-kata 'Ping-Pong' bergantian. Gerakan berakhir dengan
menarik kedua lengan ke atas.
Hitungan 10X
13. Nafas Panjang
- Untuk memperkuat pernafasan
- Dongakkan kepala, tarik nafas sedalam-dalamnya melalui hidung kemudian
keluarkan udara dari mulut yang terbuka sepelan mungkin tanpa
mengeluarkan hembusan angin. Apabila udara sudah mulai habis dan dada
terasa sesak, bungkukkan badan dengan cepat untuk mengeluarkan udara
yang tersisa
- Hitungan 10X
14. Menarik Perut / PIF-PAF
- Untuk melenturkan otot perut sekaligus belajar teknik mencuri nafas
- Tarik nafas sedalam-dalamnya, hingga perut mengembung, kemudian
keluarkan dengan cepat melalui gerakan mengempiskan perut yang digerakkan
dengan cepat.
- Hitungan 10X
15. Meraih Bintang / Reaching The Stars
- Untuk memperkuat otot punggung dan pinggang
Bungkukkan badan dengan tangan tergantung. Kemudian gerakan
tangan ke samping kiri atau kanan setinggi mungkin seakan-akan
hendak meraih bintang. Jaga agar pinggang dan dada tetap lurus, dan
bila tangan kanan meraih bintang maka kaki kiri akan menjinjit, begitu
juga sebaliknya.
Announcer As a Reader
Disarankan agar seorang penyiar memiliki persiapan yang matang dalam mengasuh sebuah acara,sehingga acara tersebut tidak monoton dan membosankan, sehingga pendengar tidak mendapatkan rasa suka cita dan memindahkan frekuensi keradio lain. Dibidang kepenyiaran yang professional, satu orang pendengar yang setia mengikuti acara tersebuat adalah hal yang luar biasa, tetapi apabila radio siaran yang kehilangan satu pendengarnya akan kehilangan pendengar lebih banyak lagi.
Pertumbuhan sebuah acara kerohanian, bukan hanya sekedar meyampaikan pesan, tetapi tanggung jawab terberat adalah meraih potensi pendengar -2 baru, merawat pendengar lama. Dengan semakin disukainya sebuah acara diradio dengan jumlah pendengar terbanyak adalah keberhasilan dan kemenangan. Dan untuk diketahui saja bahwa semua stasiun radio akan dipantau oleh lembaga –lembaga riset pendengar dan akan dibuat rangking keberhasilan radio tersebut.
Jadi, seorang penyiar memegang peranan penting sebagai ujung tombak keberhasilan sebuah stasiun radio
Penulisan Naskah
Ad.3 KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENYAMPAIKAN PESAN.
Untuk dapat menyampaikan pesan dan membaca maskah dengan baik, proses latihan meliputi :
1. Menyebut abjad / suku kata tertentu dengan istilah humming sambil mengucapkan :
- Mein > 10 kali
- Min > 10 kali
- Main > 10 kali
- Moun > 10 kali
- Mun > 10 kali.
2. Megucapkan suku kata hidup “ A,I,E,O,U “
MENGENAL ISTILAH INTONASI DAN AKSENTUASI
1. INTONASI
Intonasi adalah irama atau lagu ketika seseorang bertutur.
2. AKSENTUASI
Penekanan pada kata-kata tertentu.
Penguasaan kedua tehnik berbicara ini adalah diharapkan penyiar agar lebih tampil komunikatif dengan suara variatif, tidak monoton. Intonasi dan Aksentuasi akan mengatur fluktuasi suara, sehingga dinamika bicara akan menonjol. Sebab banyak orang bersuara bagus, tetapi terdengar membosankan sebab monoton dan tidak memahami tehnik mengatur bagaimana intonasi dan aksentuasinya ( jadi monoton ).
Mengenal ada 2 ( dua ) macam intonasi:
1. Intonasi Komunikasi.
Lagu atau irama tutur dengan penekanan pada gaya bicara, intinya seperti orang bicara. Wjar dan bertutur.
2. Intonasi Presentasi
Berbeda dengan intonasi komunikasi, penekanan lagu bicaranya cenderung seperti orang pidato atau membawakan materi iklan, atau sebuah cara musik, olah raga, dll.
Mengenal Aksentuasi
Aksentuasi memerlukan perasaan yang tepat ketika digunakan, sebab penekanan kata atau suku kata. Contoh penggunaan aksentuasi pada :
1. Satu suku kata : Dan – Yang – Nan – Di.
2. Dua suku kata : Minggu – Jumpa – Datang – Pergi.
3. Tiga suku kata : Jakarta – Bendera – Madonna.
4. Empat suku kata : Surabaya – Dasawarsa – Empat belas.
5. Lima suku kata : Pariwisata – Narapidana.
PEMAHAMAN TENTANG PERANAN ANNOUNCER
5 Poin utama yang dikuasai oleh seorang penyiar.
Ø Mengeluarkan suara dengan diafragma.
Ø Mengatur nada ( intonasi ).
Ø Mengatur tekanan ( aksentuasi ).
Ø Mengatur langkah ( Pace )
Ø Mengatur kecepatan / emosi ( speed ).
Yang tidak kalah penting bagaimana seorang penyiar mampu menciptakan Theatre Of Mind bagi pendengarnya.
Announcing
Announcing artinya mengumumkan atau menyampaikan suatu pesan. Penyampaian pesan melalui suara, tidak hanya sekedar berkata-kata, tapi disesuaikan dengan isi pesan tersebut. Didalam dunia kepenyiaran, announcing adalah seni menyampaikan suatu pesan dengan indah, baik dan ini membutuhkan latihan. Oleh sebagian kalangan awam menyampaikan suatu pesan dianggap mudah, pokoknya asal bisa bicara dan suara kedengaran bagus, merdu. Tetapi kalau dicermati bahwa announcing adalah ilmu dan seni yang perlu dipelajari. Alasannya karena ada unsur Irama, Intonasi, dll.
3 UNSUR UTAMA YANG DIPELAJARI.
Untuk menjadi Penyiar paling tidak sesorang penyiar harus memiliki air personality dan specialized announcing skill , yaitu dengan syarat menguasai :
1. Kemampuan bicara / mengeluarkan suara.
2. Menulis naskah yang akan disampaikan dengan tata bahasa yang baik.
3. Kemampuan membaca dengan aksentuasi. artilukasi dan intonasi yang jelas.
Ad. 1. BICARA MENGELUARKAN SUARA
Cara berbicara dan mengeluarkan suara, merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh seorang Penyiar, dengan cara :
- Latihan pernafasan / senam nafas.
- Intonasi, aksentuasi, spedd, pace, artikulasi.
Dengan penguasaan unsure tersebut, diharapkan paling tidak si presenter atau master of ceremony ( MC ) akan mampu membangun admosfir. Untuk mendapatkan suara dipharama dan nafas yang bagus paling tidak seorang penyiar menguasai 15 tehnik latihan vocal, meliputi :
1. Lion Face.
2. Urut rahang.
3. Lidah menyapu bibir.
4. Mengatupkan gigi.
5. Motor Boat
6. Lidah lipat keatas.
7. Lidah lipat kebawah
8. Leher menoleh kekiri, kekanan.
9. Memijit tenggorokan.
10. Memutar bahu.
11. Membuang nafas keatas lalu membungkuk
12. Angel Wing.
13. Mendorong nafas lewat diafragma.
14.
15. Reaching For The Star.
Sabtu, 26 Juni 2010
Testing.......
Akun baru ne... Sebenere punya Blog udah dari taun 2008, Saking gak prnah kebuka, akhirnya Lupa Dey Passwordnya.... xixixixi....
Okey... First, Risma Ucapkan Selamat Datang Di Blog ini... Semoga Bermanfaat ya....