Tiada Akhir.....


Di Layang Perdupaan Itu,kuseratkan cerita kasih antara kita...Bermula dari saling pandang,kemudian disajung senyuman... Di Taman hujan itu,segulir puisi kalbu meretas darimu...melabuhi hatiku yang terkapar rindu...Rasanya tak ingin pula jarak menipu..Satu detikpun terasa sewindu...

Esoknya kau datang lagi..Dengan kaus putih dan senyuman semanggi..Harum tubuhmu bak rumpun melati...

Ketika kusentuh pipimu, kumainkan jari-jariku di merahnya bibirmu...Dan malam dingin itu datang...Kau merekat erat disampingku....Dan kau nyatakan isi hatimu...Aku berkata, "Tidak...."tapi kau semakin dekat saja...Katamu mesra.." Tidak...?"...."Tidak..." Kataku lagi....lalu kau lepas gengaman tangan itu..Kau pandang tajam mataku...Lalu kukatan, "...Ya..." Kau tersenyum dan mengenggam erat sekali kembali tanganku itu....

Esoknya lagi,kau meninggalkanku...Menjauh dari pelupuk mataku...Berdecit disimpang berbatu...dan terhempas lagi aku di jurang rindu....

Kau Khianati janjimu padaku...Kau pergi tak berbekas...Hingga lambaianku tak kau balas...Membiarkan penantianku terhempas...Dipucuk derita berbayang melas..Namun kucoba setia...kemanapun aku percaya,kau bersamaku senantiasa...Aku cinta kamu cintaku....Hingga pedih kuraupi sendiriku,dengan airmata sembilu,sungguh lalimkah dirimu..yang porak porandakan hatiku,setelah kita menuyiratkan janji bersama sehidup semati....

Akan tetapi...Takdir memang tak pernah mau merestui,hanya kita yang mengerti disaat yang lain tak bisa dimengerti...Kepergianmu hanyalah semu...

Buktinya...aku masih bisa menyentuhmu..meraupi rambutmu yang lebat itu..bahkan lebih dekat di banding yang dulu...Biar kau pergi,kau selalu hadir disini,temani sendiriku tiap waktu..Membantuku melalui masalalu..menapaki jalan tandas berbatu,dengan sekujur tubuhku terluka membiru,memar dan sakit begitu...

Dirimu senantiasa ada,kemanapun kakiku melangkahkan raga...melintasi fajar,melanglang diterik siang...menerbangi cakrawala senja menuju malam,hingga datang lagi subuh yang pitam....

Kekasihku...
Begitu bahagianya aku,karena kau selalu bersamaku..Meski tiap malam aku terbangun...
Menangis...meratap...dan tertawa...memeluk tubuh kekarmu...
dan meski aku tersadar...bahwa itu bukan tubuhmu...

Hanya saja............

Yang kupeluk saat itu,tak lain dari Nisan Batumu.........