Senin, 28 Juni 2010

Penulisan Naskah

Setiap penyiar harus mampu membuat naskah yang akan dibacakan dengan baik dan jelas, sehingga sewaktu menyampaikan pesan lebih jelas, dapat dipahami oleh halayak pendengar.

Ad.3 KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENYAMPAIKAN PESAN.

Untuk dapat menyampaikan pesan dan membaca maskah dengan baik, proses latihan meliputi :

1. Menyebut abjad / suku kata tertentu dengan istilah humming sambil mengucapkan :

- Mein > 10 kali
- Min > 10 kali
- Main > 10 kali
- Moun > 10 kali
- Mun > 10 kali.

2. Megucapkan suku kata hidup “ A,I,E,O,U “

MENGENAL ISTILAH INTONASI DAN AKSENTUASI

1. INTONASI
Intonasi adalah irama atau lagu ketika seseorang bertutur.

2. AKSENTUASI
Penekanan pada kata-kata tertentu.

Penguasaan kedua tehnik berbicara ini adalah diharapkan penyiar agar lebih tampil komunikatif dengan suara variatif, tidak monoton. Intonasi dan Aksentuasi akan mengatur fluktuasi suara, sehingga dinamika bicara akan menonjol. Sebab banyak orang bersuara bagus, tetapi terdengar membosankan sebab monoton dan tidak memahami tehnik mengatur bagaimana intonasi dan aksentuasinya ( jadi monoton ).

Mengenal ada 2 ( dua ) macam intonasi:

1. Intonasi Komunikasi.
Lagu atau irama tutur dengan penekanan pada gaya bicara, intinya seperti orang bicara. Wjar dan bertutur.

2. Intonasi Presentasi
Berbeda dengan intonasi komunikasi, penekanan lagu bicaranya cenderung seperti orang pidato atau membawakan materi iklan, atau sebuah cara musik, olah raga, dll.

Mengenal Aksentuasi

Aksentuasi memerlukan perasaan yang tepat ketika digunakan, sebab penekanan kata atau suku kata. Contoh penggunaan aksentuasi pada :

1. Satu suku kata : Dan – Yang – Nan – Di.
2. Dua suku kata : Minggu – Jumpa – Datang – Pergi.
3. Tiga suku kata : Jakarta – Bendera – Madonna.
4. Empat suku kata : Surabaya – Dasawarsa – Empat belas.
5. Lima suku kata : Pariwisata – Narapidana.

PEMAHAMAN TENTANG PERANAN ANNOUNCER

5 Poin utama yang dikuasai oleh seorang penyiar.

Ø Mengeluarkan suara dengan diafragma.
Ø Mengatur nada ( intonasi ).
Ø Mengatur tekanan ( aksentuasi ).
Ø Mengatur langkah ( Pace )
Ø Mengatur kecepatan / emosi ( speed ).

Yang tidak kalah penting bagaimana seorang penyiar mampu menciptakan Theatre Of Mind bagi pendengarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar