Senin, 28 Juni 2010

Humming

Pelatihan humming pada prinsipnya adalah menggali suara 'dalam' yang
memiliki kekuatan 4 kali lipat dibandingkan suara yang biasa kita gunakan seharihari.
Cara menggerakannya seperti orang yang sedang 'gemas'.
Penyiar dapat memantau apakah sudah berhasil melakukan humming dengan
merasakan apakah di wajahnya terasa muncul getaran-getaran seperti layaknya
orang 'kesemutan'. Getaran itu bisa menimbulkan rasa gatal, terutama di bagian
sekitar bibir, hidung, pipi bahkan hingga mata. Inilah tanda-tanda penyiar berhasil melakukan humming atau tidak. Atau penyiar dapat juga menggunakan sudut tembok untuk membuktikan seberapa kekuatan gaung yang ditimbulkan suaranya. Kalau menggunakan suara diafragma maka gaungnya terasa kuat, kalau tidak maka gaungnya kecil.

1. Membunyikan huruf “m” dengan mulut terkatup.
Dimulai dengan teknik menarik nafas sebanyak mungkin, kemudian dikeluarkan
dengan membunyikan dengan mulut terkatup, sehingga berbunyi seperti orang
yang sedang gemas. Baik sekali apabila setiap senam dirangkai dengan humming
sebanyak 10 kali. Makin sering humming dilakukan maka durasi setiap humming
dipastikan semakin panjang.

2. Membunyikan suku kata dengan intonasi datar
Dimulai dengan teknik menarik nafas, kemudian bunyikan suku kata berikut ini:
Mein, Main, Min, Moun dan Mun dengan sekaligus melatih teknik artikulasinya
dalam intonasi datar. Masing-masing suku kata dibunyikan 10 kali. Jumlah
keseluruhan mencapai 50 gerakan.

3. Membunyikan suku kata dengan fluktuasi intonasi
Tahapan gerakannaya sama dengan butir (2) dengan menyuarakan suku kata
Mein, Main, Min, Moun dan Mun. Perbedaannya adalah pada intonasinya. Dalam
tahapan ini intonasi yang dibunyikan bervariasi antara:
- Intonasi naik , setiap suku kata sebanyak 10 kali
- Intonasi turun , setiap suku kata sebanyak 10 kali
- Intonasi naik turun , setiap suku kata sebanyak 10 kali
Sehingga jumlah keseluruhan dalam tahapan ini mencapai 150 gerakan

4. Membunyikan 26 huruf “A” sampai dengan “Z” dengan intonasi naik turun.
Dalam tahapan lanjutan ini humming dilatih dengan membunyikan setiap huruf
dalam intonasi naik turun. Pelatihan juga memeperhatikan artikulasi setiap huruf
agar terdengar jelas perbedaan bunyi setiap huruf. Dengan demikian hitungan
seluruh huruf mencapai 26 huruf yang masing-masingnya harus disuarakan
dengan intonasi naik turun sebanyak 10 kali. Jumlah total dalam tahapan ini
mencapai 260 kali gerakan.

5. Mengulang seluruh rangkaian pelatihan.
Apabila dihitung sejak gerakan humming awal berupa bunyi huruf “m” dengan
mulut tertutup hingga butir (4) berupa alfabetik dengan intonasi naik turun,
maka jumlah gerakan pelatihan humming mencapai 470 gerakan untuk satu
serial. Padahal pelatihan harus dilakukan dalam beberapa serial agar mahir.
Apabila setiap hari gerakan humming hanya bisa dilakukan sebanyak 10 kali,
berarti satu seri membutuhkan 47 hari pelatihan. Dalam hal ini penyiar perlu
menata waktu dengan cermat dan disiplin untuk mencapai beberapa serial.

Penting diperhatikan: pelatihan Humming hanya boleh dilakukan setelah
melaksanakan senam. Dengan demikian urutannya senam dahulu baru dilanjutkan
Humming. Senam sangat diperlukan untuk melenturkan seluruh bagian fisik yang
berhubungan dengan proses produksi vokal. Sehingga hasil Humming akan lebih
maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar